MELAKUKAN IQRA DALAM PROMOSI

Salah satu kata yang amat menyerap perhatian saya ketika saya mulai berusaha mempelajari dengan lebih baik agama Islam adalah kata iqra, yang kerap disederhanakan penafsirannya menjadi “bacalah”. Lama saya menafsirkan kata iqra bukan sebatas pemahaman “bacalah”, tetapi menyerap (membaca dengan sebaik-baiknya untuk memahami dan menganalisis untuk pemahaman yang lebih baik lagi) segala sesuatu yang melintas dalam pikiran dan batiniah melalui panca indera, maupun rasa dan imaji.

Pada hari pertama Idul Fitri, 1 Syawal 1437 H atau 6 Juli 2016 lalu, saya mendiskusikan kata iqra dengan saudara saya, Abdullah Wong. Kiai muda ini mengatakan iqra juga dapat dipahami sebagai to collect. Artinya menggabungkan proses membaca, mempelajari, menganalisis, memahami, mendalami lagi, menganalisis lagi, memahami lebih baik dengan mengimbuh berbagai proses iqra lainnya. Bukan sampai di situ, ada pula proses menyebarkan pemahaman, termasuk dalam bentuk diskusi, sehingga dapat memperbaiki pemahaman dan penularan pemahamani itu sendiri. Ini adalah proses yang tidak berhenti sepanjang hidup.

Tulisan ini tidak bermaksud menjadi jabaran religi ataupun spiritual, saya ingin berbagi dalam konteks yang menyangkut pekerjaan saya sehari-hari, praktisi ilmu komunikasi bertujuan (purposive communications) dimana di dalamnya ada PR-ing, periklanan, dan aktivitas promosi lainnya.

 

To Collect

Ada banyak fakta dan data yang kudu, wajib dikumpulkan, dianalisis, dan dikelompokan saat mempersiapkan sebuah aktivitas komunikasi. Fakta dan data ini ada di dalam institusi yang akan menyelenggarakan aktivitas komunikasi, di materi atau perihal yang ingin dikomunikasikan, dan juga di publik. Fakta dan data tersebut banyak sekali. Memang perlu ketelitian dan kesabaran mengumpulkannya. Setelah melalui pengelompokan fakta dan data tersebut, bandingkan dengan publik dari institusi, materi atau hal yang ingin dikomunikasikan, serta profil dari kelompok masyarakat yang menjadi target komunikasi. Hal ini berkaitan erat dengan strategi pemilihan pesan, kemasan pesan, dan media yang akan digunakan.

Untuk mengawalinya, tariklah sisi sejarah, termasuk latar belakang, dari apapun yang memerlukan aktivitas komunikasi tersebut. Saya mengambil contoh hal memerlukan aktivitas komunikasi tersebut adalah sebuah event, salah satu yang semakin kerap digelar di Indonesia. Lebih dari 15 tahun terakhir ini, saya terlibat di beberapa penyelenggaraan acara, termasuk yang berkelas dunia dan dalam 5 tahun belakangan ini semakin banyak event diselenggarakan secara besar-besaran. Sayangnya, kebanyakan hanya mengandalkan besarnya frekuensi eksposur media sebagaimana seringkali kebanyakan orang memahami aktivitas branding. Di satu sisi, tingginya frekuensi eksposur memang dapat merebut perhatian publik. Untuk yang satu ini modalnya adalah kapital atau media yang diajak menjadi rekanan. Kelemahannya adalah tindak promosi tersebut terlalu banyak yang serupa dan menjadi sampah yang disisihkan oleh publik.

Mulailah dengan menginventaris media yang dimiliki pihak penyelenggara acara. Di era digital ini banyak media sosial yang bisa dimiliki. Jadikan ini modal pertama dengan memetakan publik dari media sosial yang dimiliki. Iqra pertama untuk urusan penggunaan media adalah ini. Inventarisasi pula media sosial milik teman-teman terdekat dari penyelenggara acara yang akan mendukung acara. Pahami publik media sosialnya dan analisis perilaku mereka terhadap info-info yang mereka terima dari akun media sosial tersebut. Dari sini dapat kita lihat informasi apa yang mereka tanggapi dengan positif. Pilihlah akun yang memiliki senyawa dengan acara yang akan diselenggarakan. Sekali lagi, tarik dari sisi sejarah pemilik akun dan isi pesan media sosialnya. Munculnya desain dan info mengenai acara di gugus armada media sosial yang dekat dengan penyelenggara acara dan acara tersebut akan menumbuhkan trust akan penyelenggaraan acara tersebut, disamping tentu saja menambah akselerasi penyebaran info.

Secara paralel, koleksi fakta dan data mengenai acara tersebut, seperti awal gagasannya, siapa yang memuculkan gagasan, tujuannya, efek yang ingin dicapai, bentuk kegiatannya, isi acaranya, pengisi acaranya, tempat penyelenggaraannya, waktu penyelenggaraannya, dan siapa yang menyelenggarakannya. Lalu kumpulkan fakta dan data mengenai kehidupan, perilaku, dan ketertarikan publik sasaran acara yang akan diselenggarakan. Akan banyak info menarik akan ditemukan yang dapat mengejutkan. Pilah dan pilih fakta dan data yang menarik perhatian publik dan menyulut keinginan mereka meneruskan informasi, baik melalui media sosial, maupun secara langsung dalam perbincangan sehari-hari. Kadang efek perilaku penularan ini tak terlihat langsung, karena tidak muncul seketika di media sosial. Saya kerap menemukan fakta orang membicarakan sebuah acara yang akan berlangsung, tanpa ia pernah menyebarkannya di media sosial. Ini seperti halnya wartawan mendapatkan informasi yang menambah pengetahuannya terhadap sebuah isyu, tapi tidak atau belum menuliskannya ke dalam artikel meskipun ia sudah menyebarkan info tersebut dengan berbagi kepada rekan-rekannya di media, ataupun dengan mencari tahu ke berbagai pihak tentang isyu tersebut. Hal ini memang berkaitan dengan mendesain efek. Bukan melulu mendapatkan eksposur.

Fun facts dan cerita kegiatan di balik layar yang berupa jabaran dan angka akan menjadi variasi info yang menarik diantara info mengenai acara, waktu penyelenggaraan, tempat penyelenggaraan, dan cara menghadiri acara.

Lakukan iqra sejak awal perencanaan acara, bukan saat acara memerlukan promosi. Sehingga dapat disusun jadwal pemilihan info yang akan dirilis ke publik. Rencanakan eskalasi derajat intensitas informasi dan frekuensi eksposur medianya. Monitoring media perlu dilakukan secara berkala sehingga kita tahu pikiran dan emosi publik yang terkait dengan acara. Karena sebenarnya, kegiatan promosi adalah mengoleksi pikiran dan emosi publik. Aktivitas iqra dalam berpromosi dilakukan sejak awal perencanaan sebuah promosi hingga pasca kegiatan promosi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s