#2Jams di www.demajorsradio.com

Sekitar awal tahun 2013 yang lalu, David Karto, pemangku adat demajors mengajak ngobrol, lalu mengundang bertamu ke headquarters-nya di daerah Dapur Susu, jalan RS.Fatmawati, Jakarta Selatan. Salah satu obrolannya adalah mengajak saya menjadi host program musik jazz di demajorsradio.com, sebuah siaran radio streaming. Saya tertarik, tapi waktu itu saya masih bekerja sebagai corporate PR sebuah perusahaan besar, sehingga kurang manis bila saya berbicara untuk mewakili sebuah komunitas dan kelompok pecinta musik jazz, dan saat bersamaan saya merupakan juru bicara dari perusahaan yang tak ada hubungannya sama sekali.

Bulan April tahun ini (2015), saya diajak diskusi lagi oleh David Karto. Kali ini pembicaraannya berkaitan tidak ada beranda musik jazz di Indonesia. Menurut Warta Jazz, ada lebih dari 50 festival menyanding nama jazz di Indonesia. Tempat jam session pun makin banyak bermunculan di Bali, dan kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta. Demajors tidak bermaksud menjadi rumah bagi jazz Indonesia, tapi semangat independen yang diusungnya sejak 15 tahun yang lalu, bisa menyediakan beranda. Diantaranya mendedikasikan sebuah program untuk musik jazz dan teman-teman serumpunnya, terutama karya musisi Indonesia yang jarang diperdengarkan dimanapun. Bahkan jarang diberitakan media.

Undangan bergabung makin menarik karena David Karto dan Adhi Djimar, pemangku adat demajors yang lain lagi, menawarkan saya mengontribusikan pemahaman saya soal PR-ing untuk musik jazz dan demajors pada umumnya. Mungkin karena saya punya pengalaman menjadi PR Strategist  di Java Jazz Festival, Java Rockingland, dan Java Soulnation selama bertahun-tahun. Pluuuuuuuussss… album legendaris Djanger Bali yang direkam tahun 1967, akan dirilis ulang dalam bentuk CD. Cerita yang satu ini sudah saya dengar dari tahun 2013, tapi ternyata proses pelaksanaannya memakan waktu, sehingga rencananya diluncurkan di semester kedua tahun 2015. Di kepala saya sendiri, ada banyak hal yang saya harus pelajari, disamping ada berbagai ide menyemarakan musik Indonesia dengan informasi yang lebih baik sehingga menjadi gugus promosi yang kuat.

Tawaran untuk menjadi host di program jazz demajorsradio.com membuat saya nongkrongin demajors berkali-kali untuk mendapatkan “rasa” yang diinginkan. Singkat cerita dipilihlah hari Selasa, jam 10 hingga tengah malam sebagai slot program yang diberi nama #2Jams. Ide gampang nama tersebut adalah karena acaranya hanya 2 jam. Hashtag memudahkan kepemilikan tanda tersebut tanpa harus bersusah meninggikan frekuensi penyebutan di media sosial. Slank-nya adalah dalam bahasa Inggris disebutnya jadi “two jams” – to jam  atau ajakan ngejam yang diakrabi di dunia jazz. Acaranya penuh improvisasi, menghadirkan lagu jazz, soul, funk, crossover, dan membahas berbagai hal seputar kehidupan dan peristiwa di musik jazz dan teman-temannya dengan arsiran “membahas hal serius dengan tidak serius”. Program mulai live streaming sejak tanggal 4 Agustus. Event pertama yang akan memanfaatkan program tersebut secara terstruktur adalah peluncuran CD album Djanger Bali.

Album Djanger Bali yang direkam oleh Indonesian All Stars dan Tony Scott di Jerman merupakan album jazz Indonesia pertama yang diluncurkan di dunia internasional. Bahkan album dalam bentuk vinyl ini tak pernah dilansir di Indonesia sejak kemunculannya tahun 1967. Indonesia All Stars yang terdiri dari Bubi Chen (piano, siter), Jopie Chen (bas), Benny Mustafa van Diest (drums), Maryono (suling, flute, saksofon), dan Jack Lesmana (gitar), sempat berkeliling ke berbagai kota di Eropa sebelum akhirnya tampil di Berlin Jazz Festival yang mendapat sambutan luar biasa. Itu pertama kalinya mereka mendengarkan hybrid musik jazz dengan karawitan yang terdengar luar biasa. Di festival itu pula, Bubi Chen terpilih sebagai pianis untuk band International All Stars, dan kemudian namanya masuk ke daftar polling majalah jazz DownBeat sebagai salah satu pianis terbaik dunia. Selepas tur, Indonesian All Stars masuk di Vilingen, Jerman, pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1967, merekam 6 lagu, terdiri dari 4 lagu Indonesia, 1 lagu Jerman, dan 1 lagu Amerika. Album ini mendapatkan beberapa ulasan dari kritisi musik internasional. Di sekolah musik jazz di Eropa, album ini termasuk yang dianjurkan dosen untuk didengar mahasiswanya.

Hal yang paling menarik dari album hebat ini adalah upaya demajors merilis Djanger Bali untuk pertama kalinya di Indonesia, setelah album ini berusia 48 tahun. Sebagai pencinta jazz, saya merasa amat beruntung dipercayai terlibat dalam peluncuran yang upayanya telah memakan waktu 4 tahun.

Berada di tengah-tengah generasi muda pekerja keras yang membuat dunia seni Indonesia, khususnya musik, berkibar, merupakan sumber energi buat saya. Pemahaman yang baik soal purposive communications akan bertambah dengan pengetahuan industri musik independen yang sudah berkiprah selama 15 tahun, menuntut saya harus belajar lagi. Membuat strategi dan rencana yang sesuai, efektif, dan berhasil. Tantangan menarik! Apalagi di kandang demajors ada David Karto, Adhi Djimar, dan David Tarigan yang pengetahuannya perlu saya pelajari lagi.

Di sisi lain, saya masih terhubung dengan teman-teman musisi yang meminta bantuan saya dalam mengomunikasikan karya-karya mereka. Penggabungan berbagai hal yang saya kerjakan secara paralel menjadi gelombang-gelombang lain yang saling menguatkan. Gelombang kerja kreatif anak Indonesia. Saya bagian kasak-kusuk nan menyusup.

What I am looking forward is…

 Rangkaian aktivitas komunikasi promosi dan edukasi yang bikin orang Indonesia percaya diri, tangguh bersaing dalam apapun yang dikerjakan dan bersanding dengan bangsa manapun di dunia, dimanapun ia berkarya.

Sedangkan program #2Jams menjadi program yang didengar oleh orang-orang pencinta jazz dimanapun di dunia (secara dipancarkan secara streaming ya kaaaaaan…), meski orang itu tak paham bahasa Indonesia… HAHAHAHAHAHHAHAHA………

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s