Superhero, Pahlawan Dunia

Setelah produksi serial TV superhero, awal 1980-an, dunia mulai dirasuki kehadiran superhero layar lebar, jawaranya adalah Superman yang dibuat hingga empat seri. Batman dan serialnya menyaingi di tahun 1989.

Profesor Charles Xavier menyerbu penjuru dunia dengan rombongan X-Men. Semakin banyak tokohnya, semakin seru ceritanya, karena kekuatan supranatural masing-masing tokoh menyuapi khayal publik yang beraneka ragam. Batman, satu-satunya tokoh manusia tanpa kekuatan supranatural, hanya dilengkapi kecanggihan teknologi yang dimodali kekuatan super-financing. Serialnya setia membayangi serbuan gank Profesor Xavier.

Spiderman yang memulai karirnya di layar lebar awal decade 2000-an, datang dan pergi menyambangi penggemarnya. Demikian pula Hulk, si raksasa hijau. Fantastic Four, meski tak sesukses gerombolan X-Men, hadir dengan keroyokan pula.

Tahun 2008, datanglah Iron Man yang kemudian diikuti anggota gank-nya di The Avengers, termasuk komandannya yang membawa nama besar negara asal para superhero ini, Captain America. Seperti tergugah dari pertapaannya, Superman terbang kembali di angkasa layar perak. Di tahun-tahun kemuka, ekonomi Amerika boleh masih tersandung-sandung, tapi mereka menyerbu dunia dengan superhero-nya, seperti mereka selalu meluncurkan angkatan bersenjatanya kemanapun di muka bumi ini untuk menegakan keadilan.

Cerita komik telah dimanfaatkan sebagai kampanye perang (baca: menegakan keadilan) sudahsejak masa Perang Dunia II. Superman pernah ditampilkan mendukung pasukan Amerika Serikat memerangi pasukan Nazi Jerman. Captain America memang muncul tahun 1941, terlibat dalam pertempuran di Perang Dunia II.

Kemasan canggih memikat amat efisien menginfiltrasi pemikiran bahwa orang Amerika adalah pahlawan penegak keadilan yang akan menjaga harmoni perdamaian hidup bagi siapapun di dunia. Thor boleh jadi mahluk ruang angkasa, tapi dia sahabat Captain America dan bergabung dengan pasukan superhero Amerika. Ganteng atau cantik, berbadan bagus, sakti, ampuh, punya kontroversi hidup atau kepribadian, dan semua tokoh tersebut berbahasa Inggris, bahasanya tentara Amerika.

Karena tak mampu menjelaskan kehebatan alami ilmu beladiri yang bertenaga dalam, maka jadilah mahluk mutant yang sakti. Apapun warganegaranya, bersatu dibawah bendera institusi Amerika, dengan komandan Captain America.

Penetrasi propaganda dengan kemasan memesona seperti ini memang menjadi keahlian Amerika. Perang dengan musuh berkekuatan super lainnya juga akan menyertakan pasukan Amerika Serikat dengan kecanggihan senjatanya. Mereka bersedia berkorban jiwa bertempur berdampingan dengan para superhero. Sifat mulia dari pasukan Amerika yang bersedia bertempur di negeri orang untuk menegakan keadilan.

Superhero Amerika sesungguhnya adalah para creator tokoh super, penulis cerita, pendesain kostum, ahli digital image, para pembangun software digital image, produser, pekerja film, dan jagoan promosi yang membuat penduduk dunia membayar untuk menyediakan dirinya menjadi orang yang menerima propaganda dengan bahagia dan bangga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s