Ada Cinta Di Pasar Santa

Sejak mal dan supermarket menjamur di Jakarta, masyarakat kelas menengah ke atas hamper tidak pernah dating ke pasar tradisional lagi. Selain pengab dan bau pasar yang kurang asoy, panas adalah penyebab utama orang enggan ke pasar. Toko swalayan dengan berbagai ukuran menjadi penyebab lain sehingga orang makin enggan ke pasar. Kebanyakan keperluan dengan harga bersaing tersedia di took-toko pengganti warung dengan tata pamer barang yang lebih menarik dan ruang yang sejuk. Apalagi took jenis ini ada hingga ke pelosok perumuhan kumuh sekalipun.

Pasar Santa, seperti pasar miliki Pemerintah Daerah lainnya, tampil apa adanya, dan kalah bersaing dengan berbagai toko di seputar area Pasar Santa dan Jalan Wolter Moginsidi. Ada jajanan sate padang yang dikenal luas di sana, dan itulah yang menyebabkan Pasar Santa masih didatangi orang di waktu petang, dan namanya masih disebut orang. Lokasi di Kebayoran Baru meredupkan Pasar Santa, karena area sekitarnya, serta kemampuan ekonomi penghuni daerah itu menanjak meninggalkan Pasar Santa yang tetap bertahan di tradisinya sebagai pasar.

Sekitar setahun yang lalu, beberapa took yang lama tak berfungsi di lantai 3 Pasar Santa disewa anak-anak muda yang membuka usaha jualan kopi seduh, rekaman vinyl, pakaian, dan pernak-pernik lainnya. Media sosial menjadi booster memopulerkan took-toko ini dan segera diikuti bukanya took-toko lain dengan berbagai dagangan. Paling banyak didagangkan di tempat tersebut adalah produk makanan. Sekali lagi media sosial menjadi mesin jet percepatan penyebaran informasi. Apalagi foto-foto yang diunggah mampu menggelitik rasa penasaran, plus mengusik eksistensi orang-orang untuk hadir di tempat yang menjadi trend.

Ketika hadir di sana akan terlihat kehidupan di Pasar Santa, khususnya di lantai 3 yang hiruk pikuk dengan pedagang dan pengunjung yang wangi dan berdandan justru menghidupkan kembali nilai kehidupan yang selama ini seakan menguap terkukus kehidupan moderen dan kompetitif.

Senyum ramah adalah sapaan sederhana yang menerangkan ruang, hal yang mahal kita temui di kehidupan sehari-hari kota Jakarta. Senyum tidak hanya disebarkan pedagang, bahkan antar pengunjungpun saling melempar senyum ramah. Tidak bernada genit, hanya melemparkan pesan, “Hey… Selamat menikmati sajian Pasar Santa ya..” Simple, ramah, manis, dan meng-adem-kan suasana yang agak panas karena pasar tak berpendingin-ruangan.

Orang tak saling mengenal duduk berhimpitan menikmati hidangan, tak jarang tercipta obrolan dan kemudian tersambung silaturahmi karena ternyata temannya teman, atau saudaranya teman, pernah satu sekolah, da nada pula yang ternyata bertetangga selama bertahun-tahun tapi tak pernah saling berjumpa.

Di warung Sepotong Kue, pemiliknya mengoceh sepotong cerita, di Pasar Santa tidak hanya pedagang saling bertukar makanan, mereka saling berbagi hasil resep ekperimen mereka, dan terkadang pengunjung membawa makanan untuk dinikmati bersama. Ada pengunjung yang saking seringnya berkunjung menjadi volunteer membantu berdagang atau mengorganisir acara dadakan yang kerap terjadi di Pasar Santa.

Meski ada produk lain ditawarkan oleh beberapa took di Pasar Santa, namun produk makanan-minuman yang menjadi pengikat kehidupan di sana dan daya tarik bagi pengunjung. Orang yang berbelanja makanan-minuman tidak hanya berlalu setelah mendapat produk yang diinginkan, tapi mereka duduk, jalan-jalan, icip-icip, dan mengundang teman lainnya dating. Produk makanan-minuman di Pasar Santa, beberapa diantaranya, unik dan tak selalu bisa ditemui di tempat lain. Produk makanan-minuman di sana kebanyakan bukan produk massal, dibuat untuk disajikan ke penikmatnya. Ada passion dari pembuatnya. Ada cinta di sajiannya.

Pasar Santa, ada senyum ramah, ada silaturahmi, ada gotong royong, bahkan ada benih asmara yang tumbuh di sana, semuanya terajut oleh cinta dari pedagangnya untuk semua yang menjadi bagian dari Pasar Santa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s