Komitmen-Konsekuensi-Konsistensi

“Komitmen” yang diurai di note kali ini adalah komitmen seseorang, bukan lembaga atau institusi.

“Komitmen”, begitu banyak orang ngomong soal “komitmen”. “Komitmen” sendiri secara umum dapat didefinisikan sabagai janji atau kepeakatan seseorang untuk berbuat sesuatu, atau untuk melakukan sesuatu, atau untuk setia terhadap sesuatu. Hal yang sering tidak dipikirkan matang-matang adalah “Konsekuensi”.

“Konsekuensi” bisa dikatakan sebagai akibat atau kewajiban yang harus dilakukan seseorang terhadap sesuatu atau seseorang karena sebuah pra-kondisi yang telah ditetapkan terlebih dahulu. “Komitmen” merupakan salah satu pra-kondisi yang dimaksudkan.

Selepas masa balita, manusia, suka tidak suka, akan terikat berbagai “komitmen” yang dibuatnya secara sadar atau ada karena tuntutan lingkungan sosialnya. Seorang anak harus taat beragama, patuh kepada orangtuanya, harus belajar dan bersekolah. Itu adalah beberapa diantaranya. “Konsekuensi”-nya adalah mengurangi waktu bermain, melakukan perintah atau ajaran, bersosialisasi dengan orang lain, dan seterusnya.

Pada kenyataannya, banyak orang dewasa tidak menyadari bahwa “komitmen” itu selalu diikuti “konsekuensi”, bahkan banyak orang yang gemar mengangkangi konsekuensi seringkali mengabaikan hak-hak orang lain. Hukum kehidupan merekatkan “komitmen” dengan “konsekuensi”. Jadi tanpa memberlakukan “konsekuensi” dipastikan akan terjadi pelanggaran.

Hal yang sering orang elakan dalam memberlakukan “konsekuensi” adalah kerugian atau hal-hal yang kurang menguntungkan bagi si pemegang “komitmen”. Dalihnya bisa macam-macam, termasuk menyalahkan orang yang ia berikan “komitmen”nya. Licik dan mau menang sendiri. Sayangnya, “komitmen” tidak selalu tertulis, lebih sering berbentuk lisan atau ketetapan hati yang tidak bisa dijadikan landasan hukum. Akibatnya, “komitmen” sering dianulir, diberikan dalih, dipungkiri, dan bahkan disembunyikan.

Ada pula orang yang mempertunjukkan “komitmen”nya atau mengemumkannya pada saat dia dalam posisi aman.Terlebih lagi bila pernyataan “komitmen” tersebut memberikan keuntungan dirinya, termasuk dalam rangka pencitraan.

Hal yang mengikuti “komitmen” dan “konsekuen” adalah “konsisten”. Konsep dari “konsisten” atau berlaku tetap dan berkesinambungan dapat menjadi alat untuk mengukur sesorang dalam ber”komitmen”. Bila “konsistensi”nya tidak terpelihara, maka bisa dikatakan orang tersebut tidak bertanggungjawab. “Konsistensi” juga menyangkut kesediaan orang yang ber’komitmen” untuk memenuhi “konsekuensi”nya meski itu merugikannya.

Di dunia kerja profesional, ada kode etik yang harus dipenuhi, karena bila tidak dipenuhi akan memberikan “konsekuensi” hukum. Itu yang menyebabkan ada kalanya seorang pekerja profesional harus hidup dalam “komitmen” profesi yang “konsekuensi”nya tidak menyenangkan orang tersebut atau orang-orang di sekitarnya.

“Komitmen” juga sering diterapkan karena adanya hubungan khusus, diluar masalah hukum positif. “Komitmen” dengan orangtua, dengan anak atau saudara, dengan sahabat, dengan teman se-profesi, dengan teman sependeritaan. Hal mana sering berbenturan dengan komitmennya dengan pihak yang lain lagi di kehidupannya.

Perjalanan hidup dengan “komitmen-konsekuensi-konsistensi” juga merupakan proses pendewasaan seseorang, disamping pembelajaran kehidupan profesi.

Orang-orang yang sering tidak “konsisten” dengan “komitmen”nya merupakan individu yang gemar mengabaikan harapan dan hak orang lain. Sering tidak dapat dituntut secara hukum positif, namun sering dihadiahi umpatan, gunjingan, dan doa yang bisa mengganggu kehidupan di dunia maupun akhirat. Mudah-mudahan bukan anda, bukan saya, meski seringkali kita kurang menyadari apakah kita orang yang ber’komitmen” untuk “konsisten” menerima segala “konsekuensi”. Apalagi terhadap Tuhan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s