Namanya Glenn

Tulisan ini saya buat karena teringat ulang tahun Glenn Fredly Deviano Latuihamallo, Senin, 30 September lalu, yang undangan perayaannya, dengan segala maaf, gagal saya penuhi. Paparan berikut adalah Glenn dari sisi yang saya tahu dan saya pikir.

Pertemuan langsung pertama di awal tahun 200-an, di sebuah studio di daerah Jakarta Selatan. Saya bersama teman-teman kerja yang kebetulan teman Glenn, menyambangi studio tempat ia berlatih. Diantara pembicaraan, ia masuk ke studio dan terkadang bernyanyi sambil bermain piano. Saya lupa ia lagi membuat lagu apa, tapi liriknya amat romantis. Dan begitulah Glenn, ia memang dikenal luas dengan karyanya yang romantis. 

Pertemuan berikutnya tahun 2007, dalam rangka persiapan Java Jazz Festival. Sambutan jabat tangan disambut hangat, cara bicaranya yang riuh bersemangat, khas Nyong Ambon. Selain memang matanya yang belok, matanya membelalak saat bicara dengan antusias, dengan berbagai rujukan dan flashback. Saya juga memperhatikan lesung pipit yang membuat senyum manisnya dan memahami bagaimana banyak penggemar dari kaum Hawa kepincut.

Pada pertemuan kedua ini, saya mengenal sisi Glenn sebagai anak bangsa yang gelisah. Ia mengkritisi keterpurukan ekonomi masyarakat, ketidakadilan sosial-politik-ekonomi di berbagai daerah Indonesia. Setelah itu, beberapa kali saya bertemu dengan Glenn, dan ia lebih banyak bicara soal kepedulian sosialnya daripada musiknya, paling tidak dengan saya. 

Tahun lalu, seminggu sebelum show besarnya di Istora Senayan, Glenn lumayan intens ngobrol dengan saya. Sebagian besar pembicaraan itu soal sikap kritisnya terhadap Pemerintah dari jaman dulu sampai sekarang yang tidak juga mengupayakan dengan sungguh-sungguh keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tak peduli suku, agama, dan letak geografisnya. Bila sudah bicara hal seperti itu, mata Glenn makin membelalak, badannya maju, dengan wajah serius. Senyum manisnya jarang terlihat. Hal yang mirip, juga terjadi beberapa minggu setelahnya saat ia membicarakan peluncuran album DVD “Glenn Fredly & Bakuucakar Live at Lokananta”. Dalam peluncuran album DVD tersebut, lagi-lagi Glenn menyisipkan pesan dengan keras soal pengabaian aset dan salah satu soko guru dunia musik Indonesia pada masanya.

Glenn Fredly gigih menyuarakan kepedulian sosial. Ia tahu betul ia didengar ratusan ribu, atau bahkan jutaan penggemarnya. Ia menularkan kepedulian sosial, menyampaikan informasi yang jarang muncul di media massa pada umumnya. Glenn menjadikan dirinya media. Sebetulnya sudah banyak musisi internasional yang melakukan hal serupa, di Indonesia meski Glenn bukan satu-satunya, namun ia konsisten melakukan hal tersebut tanpa menjadi politisi di partai atau aktivis LSM. Glenn Fredly tetap seorang musisi-penyanyi dan juga anggota masyarakat yang kritis. 

Dalam bermusikpun, Glenn konsisten dengan sikap menghargai musisi senior dan peduli akan kehidupan mereka. Beberapa waktu sebelum hari ulang tahunnya, ia menengok Oom Rinto Harahap yang sedang sakit. Setelah itu ia bersama bassist Yance Manusama menggelar pertunjukan “Remembering Christ Kaihatu” yang rencananya akan dibawa rekaman dan ditampilkan di Java Jazz Festival 2014.

Glenn tidak hanya menyanyikan lagu cinta yang romantis, di setiap kesempatan ia menularkan rasa cinta tanah air, Nusantara. Ia juga menggugah rasa percaya diri bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang hebat, bukan hanya di masa lalu, tapi juga di masa depan. Glenn menitipkan pesan agar bangsa Indonesia harus berkarya apik untuk dapat bersaing dengan bangsa lain di dunia.

Glenn Fredly, selamat ulang tahun Bung. Semoga tular gugah cintamu membangkitkan bangsa ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s