Message Engineering

Saya tidak tahu apakah istilah ini benar-benar ada atau tidak, tapi saya menggunakannya, karena ini adalah salah satu keahlian yang saya punyai. 

Sejak masa kuliah, saya mempelajari strategi penggunaan media dan karenanya saya menyadari pentingnya konten dalam hal ini memilih dan mendesain pesan. Karena di sisi lain, menurut saya purposive communications, seperti halnya kehumasan dan periklanan adalah mengemas pesan. Disebut purposive communications karena efek dari komunikasinya telah ditentukan lebih dahulu. Untuk keperluan komunikasi seperti ini diperlukan pengumpulan data semaksimal mungkin untuk melihat berbagai perspektif efek komunikasi dan sisi pesan yang bisa dibuat. Itu yang membuat saya selalu mencari terus data dan kemungkinan yang dapat dilakukan dalam mendesain pesan. Salah satu cara yang saya lakukan adalah mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kegiatan komunikasi dan tujuan (baca: efek) yang diinginkan.

Hal lain yang saya pertimbangkan adalah siapa yang dijadikan target komunikasi. Kemudian mengeksplorasi perilaku komunikasi target tersebut, termasuk perilakunya terhadap pemilihan pesan dan media yang dijadikan sumber. Untuk itu saya melakukan profiling terhadap target komunikasi untuk mengetahui:

  • gaya hidup
  • pergaulan
  • spending
  • why they spend
  • informasi apa yang menarik
  • bahasa apa yang digunakan
  • siapa yang menjadi influencer
  • perilaku terhadap media
  • kesukaan
  • preferensi
  • kapan memerlukan informasi
  • dimana dan kapan mereka membicarakan sebuah topik
  • mengapa mereka membicarakan topik tertentu
  • media apa yang digunakan untuk menyampaikan pesan
  • kepada siapa mereka menyampaikan pesan
  • siapa yang menyimak mereka

Pengetahuan seperti ini amat berguna untuk mendesain pesan dan memilih media sebagai penyampai, sekaligus pengemas pesan. Berkaitan dengan media, ada beberapa halyang perlu diingat, yaitu 

  • Pada dasarnya media adalah penghantar pesan. Berarti harus dipastikan sifat dasar media yang ada; pesan seperti apa yang efisien dihantar oleh media tersebut; siapa sasarannya; berapa media tersebut dapat memapar pesan kepada audiens.
  • Hubungan media dengan target sasaran, seperti arti media bagi penggunanya. Ada orang yang selalu menyalakan tv begitu sampai rumah, karena ia perlu mendengarnya meski tidak menontonnya. Orang yang lain lagi menggunakan radio sebagai sumber informasi yang up to date, oleh karenanya ia hanya mendengarkan stasiun radio berita di mobilnya. Hal lain lagi adalah fakta bahwa banyak orang yang begitu terikat dengan smartphone-nya untuk mendapat up date berita, termasuk dari teman-temannya. Berkaitan dengan hubungan media-terget sasaran, harus dilihat pula media apa yang dipercayai sebagai sumber berita, dan karena di era digital memungkin masyarakat melakukan penyebaran berita dan berinteraksi, makan pemahaman media yang digunakan target sasaran dalam berkomunikasi kepada khalayak ramai juga menjadi penting.
  • Kebijakan redaksional media perlu mendapat perhatian berkaitan dengan cara mendesain pesan. Pada media konvensional seperti radio, tv, majalah, koran akan lebih mudah melihat bagaimana media yang memiliki target sasaran yang sama memilih issue dan bahasa yang berbeda untuk disiarkan medianya. Di era digital, ada banyak jenis kemasan pesan yang bisa dimuat, disiarkan dan kemudian publik re-broadcast informasi dalam beragam desainnya. Bukan hanya multiplying broadcast yang didapat, tapi juga mutiplying effects. Media sosial adalah salah satu yang memberikan keleluasaan kepada pengguna yang juga sekaligus audiensnya untuk mengeksplor  isi pesan, kemasan pesan dan penyiaran pesan. Di sini bahayanya adalah tidak-terkendalinya efek yang muncul. Misalnya posting di media sosial tentang adegan seorang figur yang melakukan tindakan tak pantas yang disiarkan secara langsung oleh media tv. Posting dan reposting dengan merubah konten aslinya akan menjadi viral yang pada kali penyiaran tertentu menghilangkan informasi sebenarnya. Akbatnya yang terekspos lain, seperti figur yang ada di adegan tersebut, sehingga figur tersebut mendapat promosi gratis yang meningkatkan populeritasnya.

Message engineering menjadi semakin menarik bagi saya karena penggunaan integrated communications melalui integrated media dan multidesign message memang sangat mengasyikan. Dengan menetapkan efek yang diinginkan, perencanaan kegiatan komunikasi dibangun sesuai dengan urutan reaksi yang ditimbulkan oleh pesan yang direkayasa. Seperti sihir, target sasaran berpikir, berperasaan dan bertingkahlaku seperti yang direncanakan. 

Communications is a magic. I love being a magician.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s