BAHAYA EKSPOSUR DI MEDIA SOSIAL TERHADAP ANAK

Pernah berpikir alasan selebriti di Amerika sana menutupi wajah anaknya? Salah satu alasan utamanya adalah demi keamanan anaknya, karena begitu media memaparkan wajah anaknya lengkap dengan nama, maka potensi bahaya akan mengancam. Terutama dengan kecanggihan olah foto, gambar yang disiarkan media bisa direka untuk keperluan pelaku kejahatan. Demikian pula nama lengkap ataupun panggilan akrabnya bisa dimanfaatkan orang bermaksud jahat.

 

Alasan kejahatan atau bentuk kejahatannya bisa apa saja. Mulai dari memanfaatkan identitas anak, sampai menculik. Di Indonesia meski tidak semenyeramkan di Amerika Serikat sana, potensi kejahatan terhadap anak sudah terjadi berkali-kali. Memang tidak mungkin merahasiakan identitas anak sama sekali dari publik, kejahatan seperti penculikan anak juga kerap melibatkan orang yang mempunyai hubungan atau sedikitnya kenal dengan korban, namun paparan wajah dan nama anak akan memperbesar bahaya tersebut.

 

Hati-hati Mengekspos Identitas Anak

Sebagaimana umumnya orangtua yang bahagia dan bangga terhadap anaknya, pada masa ini, banyak orangtua yang memfoto anaknya dan memajangnya di media sosial. Tidak hanya itu, ibu atau bapak juga gemar mem-posting lokasi peristiwa yang ditangkap lensa gadget-nya.

 

Orangtua juga gemar memfoto anak, lengkap dengan nama si-anak dan bahkan teman-temannya. Termasuk kegiatan, nama sekolah dan alamatnya (share location). Foto kartu identitas, barang yang disukai sang anak dan informasi-informasi lain yang bisa melengkapi puzzle data anak tersebut.

 Informasi-informasi seperti disebutkan di atas, dapat dijadikan sumber informasi oleh wartawan. Sah saja media massa menyampaikan informasi tersebut tanpa harus meminta konfirmasi, karena informasi itu sudah disiarkan oleh personal yang bersangkuta. Bagaimanapun, informasi akun pribadi pada aplikasi media sosial sebenarnya sudah direlakan menjadi informasi publik.

Isitlah “menggambar” yang sering digunakan untuk pengumpulan informasi  situasi dan kondisi yang dilakukan pelaku kejahatan dipermudah dengan paparan informasi yang dilakukan oleh korban dan orang-orang yang akrab dengan korban. Mengunci akses akun media sosial memang bisa mengurangi resiko, tapi tidak menutupnya sama sekali.

 

Saya sangat menyarankan agar pengguna media sosial dapat lebih berhati-hati  dalam mengunggah informasi dan foto, terutama yang berkaitan dengan anak-anak yang amat dicintai. Meski sangat menyenangkan berbagi kebanggaan dan kebahagiaan mengenai anak via media sosial, jangan sampai hal tersebut menerbitkan potensi bahaya. Biarlah detil informasi dan gambar yang ingin dibagi dengan keluarga dan teman dilakukan melalui media yang lebih personal sifatnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s